3 Hari Bersama, Semarakkan HUT RI Ke-77

Hai! You know what?

Dulu, sekitar 500 tahun yang lalu negara Indonesia pertama kali jatuh pada tangan penjajah. Bukan Belanda namun negara Portugis. Awal kedatangan mereka disambut hangat oleh raja dan masyarakat Maluku karena tujuan mereka untuk mencari rempah-rempah. Hingga suatu ketika Negara Portugis melanggar aturan yang disepakati dengan melakukan monopoli dagang yang tidak baik, akhirnya hal tersebut yang menjadikan titik awal negara kita dijajah. Penjajahan berlanjut hingga 900 tahun kemudian dengan banyak konflik dan kepemilikan negara-negara lain atas Indonesia. Sampai suatu ketika Indonesia mendapatkan kemerdekaan, tepatnya diresmikan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 oleh Bapak Ir. Soekarno.

https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2019/08/77ea69df113ec21202c921c3f6cb947b-3d700547df9f99e45df70eb67b861959.jpg

 Hari kemerdekaan itulah yang setiap tahunnya dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, sebagai ucapan syukur dan kebahagiaan atas kebebasan yang diperoleh. Banyak kegiatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan hari kebebasan tersebut. Hingga suatu ketika pada awal tahun 2019 kebebasan yang kita miliki menjadi terbatas. Terbatas untuk bekerja, terbatas untuk sekolah, terbatas untuk bermain, terbatas untuk tertawa bahkan terbatas untuk berjarak. Ya, Pandemi Covid-19 merampas kebebasan kita, kebebasan yang dimiliki oleh semua orang di seluruh dunia. Semua terluka, semua jatuh, semua bersedih dan semua merugi.

https://images.bisnis-cdn.com/posts/2021/06/14/1405129/rapid-bsn.jpg

Namun, dua tahun berlalu kini perubahan semakin terlihat. Kita secara perlahan berhasil Kembali memeroleh kebebasan kita. Setiap orang mulai bekerja seperti sediakala, masih berjarak namun semakin dekat, canda tawa mulai terdengar dan sekolah? Tentu kembali normal. Buktinya kita dapat memeriahkan HUT RI Ke-77 dengan semarak bersama anak-anak dan juga para guru. Penasaran? Check this out!

 

 HUT RI Ke-77 Tahun ini kita awali dengan perlombaan yang diikuti oleh seluruh anak-anak mulai dari kelas I-VI pada hari Senin, 15 Agustus 2022. Ada lomba estafet bendera, estafet hula hoop, jogged balon, estafet air menggunakan spon, estafet air menggunakan bambu hingga estafet bola menggunakan bambu. Semua lomba diikuti oleh anak-anak dengan sangat antusias, baik sebagai pemain ataupun sebagai supporter di luar arena.

Bukan hanya anak-anak, gurunya pun yang menyaksikan perlombaan ikut hanyut dalam kebahagiaan. Canda dan tawa terdengar hingga ke sudut sekolah.

Bahkan menang atau kalah bukan jadi masalah, karena setiap peserta menikmati perlombaan.

Belum sampai disitu, karena tidak mau ketinggalan ‘kebahagiaan’ oleh anak-anak. Para guru pun ikut andil dalam perlombaan pada hari berikutnya Selasa, 16 Agustus 2022. Mulai dari guru TK hingga guru SMK Strada Budi Luhur. Yaa, masa anak-anak saja yang rayain ulang tahun. Haha.

 

 Serupa dengan ragam perlombaan pada anak-anak, para guru pun dihadapkan dengan bermacam perlombaan yang menantang namun sayang dilewatkan. Mulai dari lomba memindahkan bola dengan tali, sprint terong, tepung berantai, estafet air hingga bola corong yang dikhususkan untuk para bapak guru.

Kalah? Tidaaakk mauu!

Semua saling unjuk kekuatan untuk jadi pemenang, meskipun dalam satu tim ada perbedaan usia atau rekan kerja tidak menjadi alasan untuk tidak bekerjasama. Pokoknya harus menang! Ujar semua guru saat berlomba. Perlombaan hari kedua selesai dan ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang masing-masing perlombaan. Sukacita masih berlanjut hingga akhir.

Keesokan harinya Rabu, 17 Agustus 2022 tepatnya 77 tahun setelah beroleh kemerdekaan semarak HUT RI Ke-77 ditutup dengan upacara bendera yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas 6 SD Budi Luhur 1, SD Budi Luhur 2, SMP Budi Luhur, SMK Budi Luhur dan para guru beserta karyawan komplek Strada Budi Luhur.

Upacara memperingati HUT RI Ke-77 kali ini dibantu oleh petugas dari siswa dan siswi SMP Strada Budi Luhur dengan pengawas SMP/SMA/SMK yaitu Ibu Bernadetta Rini Supartinah sebagai Pembina upacara.

Masih belum cukup kemeriahan selama dua hari perlombaan, pada hari ketiga tepatnya di hari ulang tahun Negara Republik Indonesia, para guru dan karyawan mengenakan baju adat mulai dari Sabang sampai Merauke. Upacara tahun ini berjalan penuh hikmat dan sukacita yang terpancar dari setiap peserta upacara.

Akhirnya upacara bendera selesai dengan lancar dan ditutup dengan perkenalan para guru baru komplek Strada Budi Luhur. Kiranya para guru baru dapat mengambil bagian pelayanan dengan sepenuh hati dan semangat dalam mendidik anak-anak juga saling bekerjasama satu sama lain sebagai bentuk turut andil dalam memulihkan negeri agar dapat bangkit menjadi lebih kuat.

Dirgahayu Bangsa-ku!

Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat!

Merdeka!

Sebarkan artikel ini