“Nyok kite nonton ondel-ondel . .
nyok kite ngarak ondel-ondel . .”
Hayoo.. pasti kalian pernah mendengar penggalan lagu di atas bukan? Eehh.. ehhh.. ingat… ondel-ondel ini bukan makanan ye, kalo makanan namenye onde-onde.
Hari Senin, 29 Mei 2023 tepatnya di SD Strada Budi Luhur I dilaksanakan kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) untuk Kelas I. Tema kegiatan P5 kali ini ialah “Kearifan Lokal” dengan mengusung nilai-nilai mandiri, kreatif, dan gotong royong.
Budaya Betawi adalah warisan kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat Jakarta, Indonesia. Salah satu aspek penting dari budaya ini adalah tradisi ondel-ondel yang menjadi ikonik bagi Betawi. Sebetulnya masih banyak budaya Betawi lain seperti lenong, gambang kromong dan tanjidor, namun kali ini ayo kita belajar tentang ondel-ondel!
Ondel-ondel adalah boneka raksasa yang dibuat dari anyaman bambu, dilengkapi dengan pakaian tradisional Betawi yang cerah dan mencolok. Pada awalnya ondel-ondel berfungi sebagai penolak bala. Upacara tolak bala dibuat agar rakyat terhindar dari wabah penyakit/gangguan roh halus.
Sekarang kesenian ondel-ondel sebagai hiburan rakyat. (pesta rakyat: pernikahan, penyambutan tamu). Topeng ondel – ondel laki-laki namanya Kobar, berwarna merah mengartikan lali- laki harus pemberani dan gagah perkasa dan menyimbolkan manusia yang harus mencari nafkah di dunia. Lalu ondel-ondel perempuan namanya Borah, topeng berwarna putih artinya perempuan harus menjaga kesucian dan menyimbolkan akhirat dimana manusia harus selalu berbuat baik dan takut kepada Tuhan.
Ondel-ondel ini terbuat dari anyaman bambu, dan di dalamnya ada orangnya. Kembang kelapa di kepalanya menyimbolkan kekuatan. Karena pohon kelapa memiliki akar yang kuat sehingga semua bagian dapat dimanfaatkan.
Wuaah, menarik sekali ya, budaya Indonesia?
Nah, pada kegiatan P5 ini SD Strada Budi Luhur I menghadirkan sepasang ondel-ondel yaitu Kobar dan Borah. Ondel-ondel tersebut disambut dengan antusias olehh anak-anak, bahkan setiap kegiatan berjalan sangat baik dan meriah dari awal hingga akhir. Baik itu pentas seni, fashion show, hingga penampilan pribadi anak-anak Kelas I.
Hebat sekali ya, anak-anak saja bisa cinta budaya Indonesia, apa lagi kita?
Ayo, cintai budaya Indonesia!
– by Anastasia Herlyna



Recent Comments